- Gagasan bahwa orang logis didominasi otak kiri dan orang kreatif didominasi otak kanan adalah penyederhanaan yang keliru.
- Ini salah satu mitos paling populer sekaligus paling keliru.
- Gagasan bahwa setiap orang punya "gaya belajar" tetap (visual, auditori, kinestetik) yang harus dicocokkan tidak didukung bukti kuat.
- Tidak sepenuhnya.
Benarkah ada orang "otak kiri" dan "otak kanan"?
Gagasan bahwa orang logis didominasi otak kiri dan orang kreatif didominasi otak kanan adalah penyederhanaan yang keliru. Memang ada spesialisasi fungsi tertentu antara kedua belahan otak, tetapi keduanya bekerja sama erat dalam hampir semua tugas. Tidak ada bukti bahwa kepribadian seseorang ditentukan oleh dominasi satu sisi otak.
Apakah kita hanya memakai 10% otak?
Ini salah satu mitos paling populer sekaligus paling keliru. Pemindaian otak menunjukkan bahwa kita menggunakan hampir seluruh bagian otak, meski tidak semuanya aktif sekaligus pada saat bersamaan. Tidak ada 90% otak yang menganggur menunggu untuk "dibuka".
Apakah gaya belajar menentukan hasil belajar?
Gagasan bahwa setiap orang punya "gaya belajar" tetap (visual, auditori, kinestetik) yang harus dicocokkan tidak didukung bukti kuat. Studi gagal menunjukkan bahwa mengajar sesuai gaya belajar tertentu meningkatkan hasil. Yang lebih penting adalah mencocokkan metode dengan materi, dan menggunakan teknik yang memang efektif untuk semua orang.
Apakah kecerdasan itu tetap seumur hidup?
Tidak sepenuhnya. Meski sebagian kemampuan kognitif relatif stabil, otak tetap mampu berubah dan belajar sepanjang hayat berkat neuroplastisitas. Pendidikan, pengalaman, dan kebiasaan sehat semuanya dapat memengaruhi performa kognitif. Memandang kecerdasan sebagai sesuatu yang bisa tumbuh lebih akurat sekaligus lebih memberdayakan.