Bangau melambangkan umur panjang, kesehatan, dan martabat yang anggun; karena berpasangan seumur hidup, ia juga memberkati pernikahan yang langgeng. Bangau kertas membawa harapan kesembuhan, terkabulnya doa, dan perdamaian.
Di Asia Timur, bangau adalah burung legendaris yang konon hidup seribu tahun, dilukis dan disulam selama berabad-abad sebagai lambang umur panjang. Jepang memelihara tradisi senbazuru โ melipat seribu bangau kertas agar sebuah harapan terkabul โ dan kisah Sadako Sasaki, gadis Hiroshima tahun 1955, menjadikan bangau kertas juga simbol perdamaian dunia.
Bangau melambangkan umur panjang, kesehatan, dan martabat yang anggun; karena berpasangan seumur hidup, ia juga memberkati pernikahan yang langgeng. Bangau kertas membawa harapan kesembuhan, terkabulnya doa, dan perdamaian.
Seribu bangau kertas dihadiahkan di samping ranjang orang sakit, menjelang ujian, atau di pesta pernikahan โ setiap untainya membawa harapan yang tulus. Motif bangau pada lukisan dan sulaman masih menghiasi rumah-rumah untuk mengundang umur panjang dan kerukunan.