- Pada pertengahan abad ke-20, Raymond Cattell dan muridnya, John Horn, membagi kecerdasan umum menjadi dua komponen: kecerdasan cair (Gf) dan kecerdasan terkristal (Gc).
- Gf adalah kemampuan bernalar, mengenali pola, dan memecahkan masalah baru tanpa bergantung pada pengetahuan sebelumnya.
- Gc adalah akumulasi pengetahuan, kosakata, dan keterampilan yang terbangun melalui pendidikan dan pengalaman.
- Pembagian ini menjelaskan mengapa penalaran cair sering memuncak lebih awal sementara pengetahuan terus bertambah.
Siapa yang mengusulkan pembagian ini?
Pada pertengahan abad ke-20, Raymond Cattell dan muridnya, John Horn, membagi kecerdasan umum menjadi dua komponen: kecerdasan cair (Gf) dan kecerdasan terkristal (Gc).
Apa itu kecerdasan cair?
Gf adalah kemampuan bernalar, mengenali pola, dan memecahkan masalah baru tanpa bergantung pada pengetahuan sebelumnya. Inilah yang ingin ditangkap oleh tes bergaya matriks yang adil-budaya (culture-fair).
Apa itu kecerdasan terkristal?
Gc adalah akumulasi pengetahuan, kosakata, dan keterampilan yang terbangun melalui pendidikan dan pengalaman. Jenis kecerdasan ini cenderung terus tumbuh hingga usia lanjut.
Mengapa pembagian ini berguna?
Pembagian ini menjelaskan mengapa penalaran cair sering memuncak lebih awal sementara pengetahuan terus bertambah. Gagasan ini pula yang membentuk model CHC modern yang menjadi dasar penyusunan tes IQ masa kini.