- PASS adalah teori kecerdasan yang dikembangkan J.P.
- Perencanaan adalah proses menyusun strategi dan mengendalikan perilaku untuk mencapai tujuan.
- Teori PASS dilandasi gagasan Luria tentang tiga unit fungsional otak yang bertanggung jawab atas atensi, pemrosesan informasi, dan perencanaan.
- Teori PASS dioperasionalkan melalui Cognitive Assessment System (CAS) dan diklaim berguna untuk mendeteksi kesulitan belajar serta ADHD.
Apa itu teori PASS?
PASS adalah teori kecerdasan yang dikembangkan J.P. Das dan Jack Naglieri berdasarkan neuropsikologi Aleksandr Luria. Singkatannya mewakili empat proses kognitif: Planning (Perencanaan), Attention (Atensi), Simultaneous (Simultan), dan Successive (Suksesif). Teori ini menekankan proses kognitif, bukan sekadar satu skor kecerdasan umum.
Apa makna keempat proses tersebut?
Perencanaan adalah proses menyusun strategi dan mengendalikan perilaku untuk mencapai tujuan. Atensi adalah kemampuan mempertahankan fokus secara selektif. Pemrosesan simultan mengintegrasikan informasi ke dalam keseluruhan yang menyatu, sedangkan pemrosesan suksesif menangani informasi dalam urutan tertentu.
Bagaimana hubungannya dengan otak?
Teori PASS dilandasi gagasan Luria tentang tiga unit fungsional otak yang bertanggung jawab atas atensi, pemrosesan informasi, dan perencanaan. Pendekatan ini menghubungkan kecerdasan dengan sistem saraf secara lebih langsung. Karena itu, PASS sering dipakai dalam asesmen neuropsikologis dan pendidikan.
Bagaimana penerapan dan kritiknya?
Teori PASS dioperasionalkan melalui Cognitive Assessment System (CAS) dan diklaim berguna untuk mendeteksi kesulitan belajar serta ADHD. Pendukungnya menilai PASS lebih informatif untuk intervensi pendidikan daripada skor IQ tunggal. Kritikus berpendapat ukuran PASS tetap berkorelasi kuat dengan faktor g dan tidak selalu memberi keunggulan prediktif yang jelas.