Hair guideCOVID dan kerontokan rambut

COVID dan kerontokan rambut

Kerontokan pasca-COVID umum terjadi, mengkhawatirkan, dan hampir selalu reversibel.

Terakhir diperbarui: 2026-06-14

Demam tinggi atau penyakit yang signifikan — termasuk COVID-19 — adalah pemicu klasik telogen effluvium. Stres akibat infeksi menyinkronkan banyak folikel ke dalam fase istirahatnya, dan folikel-folikel itu rontok bersamaan sekitar 2-3 bulan kemudian. Tampilannya dramatis — rambut rontok segenggam saat mandi, ekor kuda yang menipis — dan merata di seluruh kulit kepala alih-alih berpola. Ini bukan virus yang 'menyerang' folikel Anda secara permanen.

Bagian yang melegakan: telogen effluvium pasca-penyakit pulih dengan sendirinya, dengan kepadatan rambut kembali dalam 6-12 bulan setelah Anda sembuh. Mengonsumsi cukup protein, memeriksa ferritin dan tiroid, serta lembut dalam menata rambut akan membantu; minoxidil dapat mendukung pertumbuhan kembali jika Anda ingin mempercepat prosesnya. Jika kerontokan belum mereda sekitar setahun, atau Anda melihat garis rambut yang surut atau penipisan di ubun-ubun, periksalah kemungkinan kebotakan pola — penyakit juga dapat memunculkannya.

Coba cek mandiri gratis →

Sumber: AGA review (CCID) ↗

Tanya Jawab

Kapan kerontokan rambut pasca-COVID berhenti?

Kerontokan biasanya memuncak beberapa bulan setelah sakit dan mereda dalam 6-12 bulan, dengan kepadatan rambut yang berangsur-angsur kembali. Jika berlanjut lebih dari setahun, temui dokter kulit.

Apakah kerontokan rambut akibat COVID bersifat permanen?

Hampir tidak pernah. Ini adalah telogen effluvium sementara yang dipicu oleh penyakit dan demam, bukan kerusakan permanen — folikel pulih setelah tubuh Anda pulih.

Selengkapnya

Bukan nasihat medis. Hanya edukasi umum; ini tidak menggantikan diagnosis atau perawatan oleh tenaga profesional berlisensi. Konsultasikan dengan dokter kulit bersertifikat sebelum memulai, menghentikan, atau mengubah perawatan apa pun.

⚠️ Kapan harus menemui dokter — jangan mengobati sendiri

  • Bercak botak mendadak berbentuk bulat atau tidak beraturan
  • Kemerahan, bersisik, nanah, nyeri, atau gatal (kemungkinan alopesia sikatrik — tangani segera)
  • Rambut patah atau kerontokan cepat
  • Kerontokan disertai tanda di seluruh tubuh (penurunan berat badan, kelelahan, perubahan siklus, jerawat, rambut berlebih)
  • Kerontokan tepat setelah obat baru
  • Kerontokan rambut apa pun pada anak
Coba cek mandiri gratis →
Coba cek mandiri gratis →